TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

Di Balik Wig Sia: Musisi Andal yang Butuh Privasi

z
Penulis:zetizen
Kamis, 25 Feb 2016•25 Feb 2016
Di Balik Wig Sia: Musisi Andal yang Butuh Privasi
Default CaptionFoto: zetizen / Zetizen Media

Zetizen.com, Los Angeles – Banyak yang mengenal nama Sia Furler atau Sia, 40, lewat lagu Titanium atau Chandelier. Padahal, karir musisi kelahiran Australia tersebut dimulai jauh sebelum itu. Dia telah melalui perjalanan panjang sebagai seorang musisi. Hingga akhirnya memutuskan menyembunyikan wajahnya dengan wig saat tampil di publik.

Sia yang mengawali karir dari jalur indie merupakan genius di balik lagu-lagu hit Beyonce, Rihanna, Katy Perry, hingga Celine Dion. ’’Aku bisa menulis lirik dan mengomposisi melodi 20 hingga 30 lagu per minggu,’’ ucapnya sebagaimana dikutip Rolling Stone.

Namun, Sia, rupanya, punya masalah dengan ketenaran. Popularitas sebenarnya bukanlah hal baru buatnya. Dia menjadi musisi tenar Australia sejak pertengahan 1990 dengan band beraliran acid jazz, Crisp.

Setelah bubarnya band tersebut pada 1997, Sia berencana pindah ke London bersama sang kekasih, Dan. Namun, rencana tersebut terpaksa dikubur dalam-dalam. Dan meninggal dalam sebuah kecelakaan jalan raya. ’’Aku sangat hancur setelah kepergian Dan. Aku masih bisa berpikir, merasa dicintai, namun aku benar-benar mati rasa,’’ paparnya sebagaimana dikutip harian Australia The Sunday Times pada 2007.

Kepada James Corden ketika menjadi bintang tamu Carpool Karaoke pada Selasa (16/2), dia menjelaskan ’’pelariannya’’ lewat alkohol, obat-obatan, serta menciptakan lagu yang tak terhitung jumlahnya.

Tahun 2010 diakuinya menjadi tahun terberat. Setelah merilis We Are Born yang notabene sukses, dia justru didiagnosis kelelahan parah, depresi, serta gangguan bipolar. Popularitas yang dia bangun tidak membantu. ’’Aku hanya ingin punya kehidupan pribadi,’’ ucapnya.

Ketenaran bak monster yang perlahan menghancurkan, sebagaimana diungkap Sia dalam esai My Anti-Fame Manifesto, yang ditulisnya untuk Billboard pada 2013. Untung, pelantun Titanium itu segera menemukan titik balik. Sahabat dan manajer Sia membantunya keluar dari depresi. Momen pernikahan dengan filmmaker spesialis dokumenter Eric Anders Lang pada 2014 juga membantunya bangkit.

Lalu, pada 2015, dia mulai menyembunyikan wajahnya dengan wig. Begitulah caranya agar memiliki privasi. ’’Aku tidak pakai wig kalau tidak ada kamera di sekitarku,’’ ungkapnya. (fam/c19/jan jawa pos)

 

foto: ettore ferrari

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →