TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

Makna Lagu Satu Bulan dari Bernadya: Saat Waktu Singkat Membekas Lebih Dalam dari yang Diduga

a
Selasa, 16 Sep 2025•16 Sep 2025
Makna Lagu Satu Bulan dari Bernadya: Saat Waktu Singkat Membekas Lebih Dalam dari yang Diduga
satu bulan dari bernadyaFoto: ataka danial falah / Zetizen Media

Zetizen - Seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kamu benar-benar melepaskan? Apakah satu bulan atau bahkan lebih untuk hanya sekedar melupakan orang yang pernah saying?

Bernadya lewat lagunya Satu Bulan mencoba mengungkap perasaan yang tak mudah hilang meski hari-hari terus berjalan.

Lagu ini bukan hanya tentang berpisah, tapi tentang perbedaan waktu dalam melupakan, saat satu hati sudah tenang tapi yang lainnya masih dihantui oleh kenangan.

Dirilis pada tahun 2023 sebagai bagian dari album “Terlintas”, lagu ini berhasil menyentuh banyak hati yang pernah merasakan beratnya melepaskan.

Satu Bulan Berlalu, Tapi Hati Masih Merindu

Lagu Satu Bulan menggambarkan seseorang yang masih belum sepenuhnya pulih, bahkan setelah waktu terus berjalan. Tak semua orang punya kecepatan yang sama dalam menyembuhkan diri.

Satu bulan telah berlalu, tapi hatinya masih tertinggal di momen sebelum terjadinya perpisahan itu. Bernadya menyampaikan ini dengan lirik yang sederhana namun penuh makna.

Ia seperti menuliskan ulang pengalaman banyak orang yang ditinggalkan bukan dengan marah atau benci, melainkan dalam diam. Dan justru dalam diam itulah rindu tumbuh, perlahan tapi pasti namun segera hilang tanpa harapan.

Perpisahan yang Terasa Singkat, Namun Menggores Luka Mendalam

Ada perpisahan yang datang tiba-tiba, seperti hujan di siang bolong, tidak bisa dihindari, dan tidak sempat dipersiapkan. Hanya datang, lalu pergi, meninggalkan sunyi.

Lagu ini menangkap perasaan itu, perasaan ditinggal begitu saja, sementara hati masih menggenggam erat semua kenangan yang sulit untuk dilupakan.

Bernadya menyampaikan luka itu dalam balutan melodi tenang dan vokal yang lembut. Sebuah cara bercerita jujur tentang luka yang tak bisa dibohongi, dan rindu yang tak kunjung selesai.

Lewat lagu ini, ia memberi ruang bagi siapa pun yang pernah merasa ditinggalkan secara tiba-tiba, karena meski perpisahan itu terasa singkat, lukanya bisa tinggal begitu lama.

Kenangan yang Terus Hidup Meski Jarak dan Waktu Memisahkan

Meski hanya satu bulan telah berlalu, kenangan tetap tinggal, seolah menolak ikut pergi. Lagu ini bicara tentang bagaimana ruang kosong bisa terasa begitu padat karena diisi oleh ingatan, harapan, dan pertanyaan yang tak kunjung mendapat jawaban.

Satu Bulan menjadi lagu yang jujur, bukan hanya soal kehilangan, tapi tentang bagaimana hati bisa begitu keras kepala menahan rasa, walau tahu tak ada lagi yang bisa diperjuangkan.

Pada akhirnya, lagu ini mengajak pendengarnya untuk menerima fakta bahwa terkadang kita mencintai lebih lama daripada durasi kebersamaan itu sendiri.

Lirik Lagu Satu Bulan

Belum ada satu bulan
Ku yakin masih ada sisa wangiku di bajumu
Namun, kau tampak baik saja
Bahkan senyummu lebih lepas
Sedang aku di sini hampir gila

Kita tak temukan jalan
Sepakat akhiri setelah beribu debat panjang
Namun, kau tampak baik saja
Bahkan senyummu lebih lepas
Sedang aku di sini belum terima

Bohongkah tangismu sore itu di pelukku?
Nyatanya pergiku pun tak lagi mengganggumu
Apa sudah ada kabar lain yang kautunggu?

Sudah adakah yang gantikanku?
Yang khawatirkanmu setiap waktu
Yang cerita tentang apa pun sampai hal-hal tak perlu
Kalau bisa, jangan buru-buru
Kalau bisa, jangan ada dulu

Baru lewat satu bulan
Kemarin ulang tahunku, tak ada pesan darimu
Tak apa, mungkin kau lupa
Atau sudah ada hati yang harus kaujaga
Sudah adakah yang gantikanku?
Yang kauantar jemput setiap Sabtu
Yang s'lalu ingatkan untuk pakai sabuk pengamanmu
Kalau bisa, jangan buru-buru

Sudah adakah yang gantikanku?
Yang khawatirkanmu setiap waktu
Yang cerita tentang apa pun sampai hal-hal tak perlu
Kalau bisa, jangan buru-buru
Kalau bisa, jangan ada dulu

Hu, hu-uh
Hu-uh

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →