TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

Penggunaan AI di Agent Kim Reactivated Tuai Kritik, Penonton Khawatir Kurangi Kreativitas Industri Hiburan

j
Senin, 20 Jul 2026•20 Jul 2026
Penggunaan AI di Agent Kim Reactivated Tuai Kritik, Penonton Khawatir Kurangi Kreativitas Industri Hiburan
Agent Kim Reactivated. Source: IMDbFoto: jihan ulin nuha / Zetizen Media

Zetizen - Drama korea Agent Kim Reactivated menjadi perbincangan setelah menghadirkan adegan aksi berdurasi sekitar tiga menit yang dibuat oleh Artificial Intelligence (AI). Adegan tersebut menampilkan adegan kilas balik karakter Kim Do Hyun yang diperankan oleh Seo Ji sub tanpa proses syuting yang konvensional.

Tim produksi memanfaatkan AI untuk menciptakan berbagai adegan berskala besar , mulai dari ledakan gedung, pengejaran mobil,  di tengah salju , baku tembak, hingga mobil yang terjun ke dalam sungai.

Teknologi tersebut dipilih karena dinilai mampu memangkas biaya produksi yang biasanya memakan biaya produksi lebih banyak disebabkan membutuhkan lokasi syuting di luar negeri, pembangunan set, serta efek visual dalam jumlah besar.

Meski dianggap sebagai terobosan baru dalam industri drama korea, keputusan tersebut justru memunculkan perdebatan di kalangan penonton mengenai batas penggunaan AI dalam karya kreatif.

scene menggunakan AI di Agent Kim Reactivated

scene menggunakan AI di Agent Kim Reactivated @thekoreaherald

AI Tuai Kekhawatiran Penonton

Di media sosial, banyak penonton mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa adegan aksi yang mereka kira diperankan langsung oleh Seo Ji Sub ternyata  dibuat menggunakan AI. Sebagian warganet menilai teknologi tersebut memang berhasil menghasilkan visual yang realistis, tetapi tetap menimbulkan kekhawatiran terhadap masa depan industri kreatif.

Beberapa komentar menyebut penggunaan AI berpotensi mengurangi kebutuhan terhadap pekerja di bidang efek visual (VFX), animator, ilustrator, hingga kru produksi lain yang selama ini berperan dalam menciptakan adegan sinematik

Ada pula penonton yang yang berpendapat bahwa penggunaan AI secara berlebihan dapat membuat drama menjadi kehilangan sentuhan artistik. Menurut mereka, kreativitas manusia tidak hanya menghasilkan visual yang menarik, namun juga mampu menghadirkan emosi dan detail yang sulit ditiru oleh teknologi.

Efisiensi Jadi Perdebatan

Sebagian penonton memahami alasan rumah produksi menggunakan AI, terutama menekan anggaran dan mempercepat proses produksi. Namun, tak sedikit juga yang menilai efisiensi seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengurangi keterlibatan pekerja kreatif.

Di berbagai forum diskusi, muncul anggapan bahwa jika semakin banyak rumah produksi yang menggunakan AI sebagai alternatif pembuatan scene, peluang kerja bagi seniman visual dan tenaga kreatif akan semakin terancam.

Kekhawatiran tersebut membuat sebagian penonton berharap penggunaan AI hanya dijadikan sebagai alat pendukung, bukan pengganti proses kreatif yang selayaknya dilakukan oleh manusia.

Pro dan Kontra Penggunaan AI

Di sisi lain, ada pula penonton yang memberikan tanggapan positif terhadap inovasi tersebut. Mereka menilai bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan adegan yang berisiko tinggi tanpa membahayakan aktor maupun kru produksi.

Teknologi ini juga dianggap mampu membantu aktor senior tetap tampil dalam adegan aksi yang sulit dilakukan secara langsung. Selama penggunaannya tetap berada di bawah pengawasan tim kreatif, AI dinilai dapat menjadi pelengkap dalam proses produksi. 

Meski begitu, perdebatan mengenai penggunaan AI di Agent Kim Reactivated menunjukkan bahwa publik masih mempertanyakan batas pemanfaatan teknologi dalam industri hiburan.

Di satu sisi, AI dinilai mampu membantu rumah produksi merealisasikan adegan yang rumit dengan biaya yang lebih efisien. Namun disisi lain, sebagian penonton khawatir pemanfaatan teknologi menyebabkan kerugian terhadap sumber daya manusia. 

Beragam tanggapan tersebut mencerminkan bahwa penerimaan terhadap AI di dunia perfilman dan drama masih belum sepenuhnya bulat. Banyak penonton berharap teknologi digunakan sebagai alat pendukung untuk meningkatkan kualitas produksi, bukan menggantikan kreativitas manusia.

Mereka juga menilai bahwa inovasi sebaiknya tetap diimbangi dengan perlindungan terhadap profesi para pelaku industri kreatif agar perkembangan teknologi tidak berdampak pada berkurangnya kesempatan kerja di sektor tersebut.

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →