TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

KKN 110 Undip Wujudkan Rumah Wangi Bebas Nyamuk Lewat Lilin Aromaterapi Minyak Serai

k
Jumat, 15 Agu 2025•15 Agu 2025
KKN 110 Undip Wujudkan Rumah Wangi Bebas Nyamuk Lewat Lilin Aromaterapi Minyak Serai
Mahasiswa KKN 110 Undip dan pengurus PKK RW 13 berfoto bersama usai kegiatan “Rumah Wangi, Nyamuk Pergi”.Foto: kkn tim 3 srondol wetan / Zetizen Media

Zetizen - Kelurahan Srondol Wetan menghadapi permasalahan sanitasi air yang belum baik, yang berdampak pada meningkatnya populasi nyamuk, termasuk nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).

Kondisi ini menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak. Salah satu solusi sederhana dan ramah lingkungan adalah membuat lilin aromaterapi dari serai sebagai pengusir nyamuk alami.

Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan lingkungan, inovasi ini juga berpotensi menjadi gerakan komunitas sekaligus peluang usaha rumah tangga sederhana yang dapat meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat.

Sebagai wujud implementasi, mahasiswa KKN Tematik Tim 110 Universitas Diponegoro pada 29 Juli 2025 mengadakan program bertajuk “Rumah Wangi, Nyamuk Pergi” di Balai RW 13, Kelurahan Srondol Wetan.

Program ini digagas oleh Aisyah Munawaroh dari Program Studi Agribisnis dan Kiesha Aurelia Rasedha dari Program Studi Hubungan Internasional. Kegiatan meliputi demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar soy wax dan minyak serai sebagai pengusir alami nyamuk Aedes aegypti, serta sosialisasi mengenai pentingnya kemitraan komunitas dalam pengembangan dan branding produk lokal.

Edukasi ini juga dilengkapi dengan pembagian leaflet kepada peserta, berisi panduan langkah demi langkah pembuatan lilin aromaterapi, pengetahuan dasar tentang branding produk, serta informasi komunitas yang dapat dihubungi jika warga ingin mengembangkan usaha serupa.

“Lilin aromaterapi ini tidak hanya efektif mengusir nyamuk, tapi juga aman digunakan di rumah, ramah lingkungan, dan bisa menjadi peluang usaha kreatif bagi ibu-ibu,” ujar Aisyah Munawaroh, mahasiswa yang menginisiasi program ini.

Suasana acara berlangsung interaktif, dengan peserta aktif bertanya dan terlibat langsung dalam proses pembuatan lilin. Pada akhir acara, para ibu juga diberi buah tangan berupa lilin aromaterapi dari minyak serai yang diproduksi langsung oleh mahasiswa, sebagai contoh nyata hasil produksi yang aman, bermanfaat, dan bernilai jual.

Diharapkan, melalui program ini, warga RW 13 Kelurahan Srondol Wetan dapat membuat lilin aromaterapi secara mandiri, baik untuk keperluan pribadi maupun sebagai peluang usaha berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan rumah yang sehat, wangi, dan bebas nyamuk.

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →