TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

Kontroversi SOTR: Yes or No?

z
Penulis:zetizen
Sabtu, 18 Jun 2016•18 Jun 2016
Kontroversi SOTR: Yes or No?
Default CaptionFoto: zetizen / Zetizen Media

 

Zetizen.com - Bulan puasa emang identik dengan kegiatan sosial “saling berbagi”. Salah satunya dengan menggelar Sahur On The Road (SOTR). Yep, kegiatan berbagi makanan sahur untuk masyarakat kurang mampu ini biasanya dlakukan kumpulan pelajar sekolah. Sayangnya, pihak Kepolisian sempat melarang SOTR. Kira-kira kenapa ya alasannya?

Well, pada 2011 lalu SOTR yang dilakukan salah satu SMA di Jakarta memang sempat menimbulkan korban jiwa. Ini terjadi karena ajang kebut-kebutan yang berujung kecelakaan lalu lintas. Nggak heran, jika saat itu pihak Kepolisian langsung memperketat larangan SOTR. But, tahun ini polisi memperbolehkan kegiatan yang biasa dilakukan dini hari ini dengan syarat tertentu.

Pihak yang ingin mengadakan SOTR diminta untuk membuat laporan ke pihak Kepolisian daerah setempat yang dilalui trek SOTR. Sebab, kegiatan ini berkaitan dengan ketertiban umum yang wajib diawasi oleh polisi. “Mereka yang ingin mengadakan SOTR harus melapor kepada pihak kepolisian agar kegiatan bisa kami pantau serta tidak mengganggu lalu lintas dan masyarakat,” jelas Kasubag Humas Polres Jakarta Timur, Kombes Pol Husaimah SH, MH. Nantinya, polisi akan mengeluarkan surat tanda terima pelaporan dan mengawasi jalannya acara.

Namun Husaimah menghimbau SOTR tidak perlu dilakukan jika pelaksanaannya kurang terencana dan melanggar ketertiban. “Apalagi kalau sampai melanggar lalu lintas dan menimbulkan kecelakaan, lebih baik tidak usah dilakukan,” ujarnya.

Di kalangan pelajar, SOTR masih jadi hal yang kontroversial. Seperti Nelwan Febrian yang menganggap SOTR jelas boleh dilakukan karena penuh manfaat. “Dengan kegiatan ini kita bisa ngerasain rasa nya berbagi ke pihak yang membutuhkan,” ujar siswa SMAN 36 Jakarta tersebut. Berbeda dengan Nelwan, Pascal Caesar, siswa SMAN 77 Jakarta malah menganggap SOTR kurang pas untuk dilaksanakan. “Kalau hanya bagi-bagi makanan kan bisa dilakukan sendiri tanpa harus ramai-ramai dan bikin resah masyarakat. Jadi nggak perlu deh,” ucapnya.

Hmm.. yang pasti, melakukan aksi sosial harus disertai niat tulus tanpa berulah ya. Setuju nggak, guys? (hth/ver)

Topik Terkait / Tags

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →