TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

Hashtag #BoikotSariRoti jadi Viral, Apa Penyebab Sari Roti Diboikot?

a
Penulis:afrieza zaqi
Sabtu, 17 Des 2016•17 Des 2016
Hashtag #BoikotSariRoti jadi Viral, Apa Penyebab Sari Roti Diboikot?
Default CaptionFoto: afrieza zaqi / Zetizen Media
Pernyataan resmi dari PT Nippon Indosari terkait dugaan dukungannya pada aksi 212. Foto: wordpress

 

Zetizen.com – Hashtag #BoikotSariRoti akhir-akhir ini banyak muncul di berbagai medsos. Hal ini mencuat setelah PT Nippon Indosari Corpindo Tbk selaku produsen Sari Roti mengeluarkan pernyataan resmi bahwa pihaknya tidak terlibat dalam aksi 212. Roti yang dibagikan secara gratis diklaim telah dijual oleh seorang konsumen yang lalu membagikannya secara cuma-cuma. 

Awalnya, banyak netizen yang memuji karena menganggap pihak Sari Roti memberi dukungan aksi 212. Namun setelah klarifikasi itu dirilis, banyak netizen yang merasa tersinggung dengan pernyataan tersebut. Sebab, aksi damai 212 lalu merupakan aksi yang berasal dari solidaritas, bukan kepentingan politik. Ini lah yang menjadi asal muasal masyarakat mulai memboikot Sari Roti.

 

Salah satu kicauan netizen yang mengungkapkan kekecewaannya kepada Sari Roti. (foto: Twitter)

 

Apa efek yang ditimbulkan?

Pihak-pihak yang kecewa dengan pernyataan itu langsung memboikot produk Sari Roti. Nggak tanggung-tanggung, publik terang-terangan menolak produk sari roti. Selain itu, beberapa sekolah yang sebelumnya menjual roti ini juga langsung memutus kerja sama. Sebut saja beberapa sekolah Islam di Surabaya, seperti SMA Al-Hikmah dan SD Muhammadiyah 4 Surabaya yang tidak lagi menyediakan roti dari merk Sari Roti.

 

foto: Wordpress

 

So, gimana kalau hal ini terjadi terus menerus?

 

PHK atau ganti profesi

 

Banyak produk sari roti yang tak laku akibat para pembeli setianya yang mulai berhenti membeli. Alhasil, banyak pedagang yang merugi. Kemungkinan PHK para pegawai Sari Roti pun sangat mungkin terjadi.

Kalau hal ini benar terjadi, kemungkinan lainnya masyarakat Indonesia yang memboikot akan mengarahkan para pegawai untuk berwirausaha. Yap, dengan kejadian ini, sebagian orang akan berpikir buat mendukung para pegawai Sari Roti untuk keluar dari perusahaan itu. Tapi, tetap aja ada kemungkinan para pekerja Sari Roti bakal stay di profesinya saat ini. Mengingat Sari Roti adalah produsen roti ternama di Indonesia.

 

Ganti menu sarapan

Penjualan Sari Roti cukup menurun. Padahal, roti menjadi menu sarapan ringan yang praktis dibawa kemana-mana. Dari kejadian ini, popularitas nasi di pagi hari akan kembali meninggi daripada roti. FYI, di pagi hari, tubuh membutuhkan karbohidrat dan nutrisi yang lengkap. Sebagai pembanding, kandungan dua ons roti hanya mengandung 25 gram karbohidrat. Sedangkan satu cup nasi memiliki kandungan karbohidrat lebih banyak, yakni 35-45 gram. Lalu, apakah konsumen akan mengganti menu sarapannya atau justru cuma mengganti merk rotinya, ya?

 

Sari Roti dijual dengan harga promo

Banyak roti yang tidak terjual memungkinkan produsen mengeluarkan harga promo. Bahkan, saat ini ada pula beberapa penjual yang menyertakan souvenir seperti piring cantik pada pembeli. Bisa jadi, hal ini dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan konsumen atas produk Sari Roti.

Well, nggak semua orang setuju melakukan boikot kok. Banyak pula pihak yang menganggap ini hanya kejadian salah paham karena klarifikasi yang dirasa kurang tepat.

Gimana dengan pendapatmu?

 

 Editor: Vera Khair

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →