TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

Jenis Bahan Kulit dan Cara Perawatannya

z
Penulis:zetizen
Sabtu, 5 Nov 2016•5 Nov 2016
Jenis Bahan Kulit dan Cara Perawatannya
Default CaptionFoto: zetizen / Zetizen Media

 

Zetizen.com – Leather shoes atau sepatu kulit lagi hits saat ini. Perlu kamu tahu kalau kulit juga punya banyak varian. Menurut Heri Susanto, owner brand leather goods Sapindelick, selain berdasarkan jenis hewan, bahan kulit dibedakan berdasarkan penyamaan dan finishing. Sebelum beli, yuk, kenali dulu perbedaannya dan cara merawat sepatu kulit.

 

Sejarah Singkat Sepatu Kulit

Sepatu kulit ditemukan sekitar 2000 SM. Awalnya, sepatu kulit diisi jerami sebagai pelindung kaki dari medan terjal dan perubahan cuaca ekstrem pada Zaman Perunggu. Suku Mesopotamia adalah inovator terbesar sepatu kulit. Sebab, pada 3000 SM, mereka menjadikan kulit kambing sebagai material utama sepatunya yang konon punya desain setinggi betis. Lalu, pada abad ke-15, sepatu booth kulit mulai dipakai tentara dan penunggang kuda. Pada 1616, sepatu kulit dijadikan tren fashion dan digunakan sehari-hari dengan berbagai model dan desain.

 

Jenis Bahan Kulit

Finish Leather

Bahan kulit ini memiliki tekstur natural dan alami. Jadi, nggak butuh banyak pengolahan. Dalam jenis ini, grain dari kulit menjadi nilai estetis yang kerap diburu para peminatnya. Finish leather merupakan tipikal kulit yang paling banyak beredar di pasaran.

 

Pull-up

Pull-up adalah full grain leather dengan aplikasi minyak. Minyak dapat bermigrasi ketika tekanan diterapkan pada permukaan dan akan kembali bila tekanan dilepaskan. Permukaan bakal menampilkan tekstur yang oily atau sedikit mengkilap saat ditarik.

 

Suede/Nubuck

Jenis suede ini merupakan permukaan kulit yang didapat dari lapisan terakhir kulit sapi. Suede punya dua sisi yang kasar setelah kulit mentah diampelas. Produsen menggunakan berbagai teknik untuk membuat suede dari full grain.

 

Vegetable Tanned (Vegtan)

Kulit jenis ini mengalami penyamakan dengan memakai tanin dan kulit kayu. Karakter kulitnya lebih kenyal dan reaktif (jika ditekan, lama untuk kembali seperti semula). Selain itu, kelebihan proses ini adalah bisa diwarnai cat selain warna kulit alami.

 

Perawatan Sepatu Kulit

 

Penyimpanan

Simpan di tempat yang kering supaya jamur nggak tumbuh. Jangan diletakkan di tempat yang terlalu panas karena kulit bisa rusak. Sebaiknya, simpan sepatu kulit di dalam plastik. Masukkan juga silica gel untuk menjauhkan sepatu dari serangga.

 

Hilangkan Debu setelah Dipakai

Cepat-cepat bersihkan kotoran yang menempel di sepatu dengan tisu setelah sepatu habis dipakai. Atau, hilangkan kotoran pakai air, lalu keringkan dengan lap bersih. Jangan sampai ada air yang tersisa sedikit pun agar sepatu nggak cepat berjamur.

 

Oleskan Moisturizer

Perawatan sepatu kulit hewan sama dengan kulit manusia. Jika sering terpapar sinar matahari, kulit juga harus diberi losion agar tetap lembap. Oleskan moisturizer atau pelembap khusus sepatu atau body lotion secara merata.

 

Jaga Penampilannya

Last but not least, biasakan menyemir sepatu pada pagi hari. Pilih semir sepatu dengan warna yang sesuai untuk mencegah kerusakan pada warna sepatu. Semir dengan satu arah agar alur sepatu nggak berubah. Biar tampilan sepatu awet, gunakan produk yang berguna untuk melapisi kulit dari sinar matahari maupun hujan.

 

Written by Reno Surya

 

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →