TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

Jangan Cuma Makan, Ini 4 Fakta Ketupat yang Wajib Kamu Tahu!

a
Penulis:afrieza zaqi
Senin, 26 Jun 2017•26 Jun 2017
Jangan Cuma Makan, Ini 4 Fakta Ketupat yang Wajib Kamu Tahu!
Default CaptionFoto: afrieza zaqi / Zetizen Media

 

Zetizen.com – Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H! Sudah berapa banyak ketupat yang kamu makan hari ini? Ketupat memang jadi hal wajib ada di perayaan lebaran Indonesia. Berbahan dasar beras, ketupat menjadi teman pengganti nasi yang mengenyangkan. FYI, ternyata ada fakta menarik di balik ketupat yang mungkin belum kamu tahu lho. Yuk, disimak!

Filosofi di balik Bentuk Ketupat

Ketupat berasal dari kata "ngaku lapat" yang berarti mengakui kesalahan. Pada setiap bagiannya ada filosofi berbeda lho. Misalnya, nasi di dalam ketupat melambangkan kesucian hati. Lalu, banyaknya anyaman janur melambangkan banyaknya kesalahan manusia. Jadi, dengan mengupas ketupat, kamu seperti membuang dosa dan kesalahan untuk kembali suci.

Dipopulerkan Sunan Kalijaga

Sambil menyebarkan agama islam, ternyata Sunan Kalijaga juga mempopulerkan ketupat. Beliau memperkenalkan dua kali bakda. Yaitu, bakda lebaran dan bakda kupat. Bakda lebaran merupakan perayaan saat lebaran. Nah, bakda kupat dirayakan satu minggu setelah lebaran. Selama bakda kupat, masyarakat beramai-ramai membuat kupat untuk dimakan sebagai perayaan.

Sunan Kalijaga (Foto: wikimedia)

Nggak Cuma Ada di Indonesia

Eits, kalau selama ini kamu mengira ketupat cuma ada di Indonesia, kamu salah besar ! Masyarakat Filipina ternyata juga membuat kupat. Tapi, di Filipina kupat dikenal dengan nama bugnoy. Berbeda dengan indonesia, bugnoy cuma digunakan sebagai menu pengganti nasi.

Dipercaya Sebagai Tolak Bala

Masyarakat Jawa kuno percaya bahwa ketupat bisa menolak bala atau hal-hal buruk yang akan datang ke rumah. Oleh karena itu, masyarakat menggantung ketupat yang baru matang di rumahnya. Berbeda dengan masyarakat Bali yang menyajikan ketupat sebagai sesajen untuk leluhur pada upacara-upacara keagamaan.

Topik Terkait / Tags

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →