TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

Ngobrol Bareng Sutradara Film Turah, Wakil Indonesia di Oscar 2018

r
Penulis:rafika yahya
Kamis, 21 Sep 2017•21 Sep 2017
Ngobrol Bareng Sutradara Film Turah, Wakil Indonesia di Oscar 2018
Default CaptionFoto: rafika yahya / Zetizen Media

 

Zetizen.com – Bagaimana rasanya hidup terisolir dan diselimuti rasa pesimis? Perasaan itulah yang ada dalam film Turah garapan sutradara Wicaksono Wisnu Legowo. Mengusung minimnya pendidikan dengan hari-hari tanpa mimpi, Turah dikemas apik dalam balutan kisah warga Kampung Tirang. Meski sederhana, kisah warga di perkampungan miskin di Tegal, Jawa Tengah, itu berhasil membuat Turah menjadi wakil Indonesia dalam Oscar 2018.

Kampung Tirang bukanlah perkampungan fiksi. Kampung yang diceritakan serba kekurangan itu benar-benar ada di Tegal. Terletak di tanah timbul di tengah perairan, tidak banyak orang mengetahuinya. Ternyata, kampung ini cuma berjarak 1,5 km dari rumah sang sutradara!

“Sejak 2010, aku sering ke sana untuk membuat film pendek. Interaksi cukup intens dengan warga mendorongku untuk membuat catatan bagi diri sendiri mengenai tempat ini. Catatan itu aku kemas dalam bentuk film,” ujar Wisnu kepada Zetizen.

Kisah tentang rakyat miskin memang bukan hal baru dalam kancah perfilman Indonesia. Tidak jarang tema ini digunakan untuk menyindir pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah kesenjangan sosial. Tapi, Wisnu tidak memiliki keinginan itu.

Selesai digarap pada Oktober 2016, Turah langsung menggondol penghargaan di Jogja-Netpac Asian Film Festival 2016, Asian Feature Film Special Mention di Singapore International Film Festival 2016, dan Geber Award 2016. Tahun ini, Turah dipilih menjadi wakil Indonesia untuk Best Foreign Films di Oscar 2018 oleh Komite Seleksi Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI). “Setelah ibu saya menyampaikan kabar lolosnya film itu, rasanya pengen bikin film lagi. He he he,” seloroh Wisnu.

Bagi Wisnu, kesuksesan Turah tidak lepas dari konsep yang diusung.

“Seperti kata Christine Hakim, salah satu perwakilan PPFI yang juga anggota seleksi, film ini makin berarti karena jujur, mengisahkan apa yang ada. Saya percaya karya apapun akan lebih bagus kalau bisa mengangkat apapun yang ada di dekat kita. Nggak usah jauh-jauh dan berekspektasi tinggi dulu. Tapi, buat sesuatu yang kamu suka dan kamu inginkan,” tutupnya.

Turah mengangkat kisah warga Kampung Tirang di Jawa Tengah (Foto: dok. Wicaksono Wisnu)

 

| Editor: Ratri Anugrah

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →