TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

Film Animasi Merah Putih: One for All – Kontroversi, Cerita, dan Proses Produksi

p
Rabu, 13 Agu 2025•13 Agu 2025
Film Animasi Merah Putih: One for All – Kontroversi, Cerita, dan Proses Produksi
Source : Youtube @Historika FilmFoto: pingki maharani / Zetizen Media

Zetizen - Film animasi Merah Putih: One for All sedang ramai diperbincangkan publik sejak trailer perdananya dirilis di berbagai platform digital, mulai dari YouTube hingga media sosial.

Antusiasme masyarakat ternyata bercampur kritik, terutama terkait kualitas animasi yang dinilai kurang halus. Gerakan sebelas karakter yang muncul di trailer dianggap kaku, dengan gestur yang belum sepenuhnya natural.

Film ini merupakan karya Perfiki Kreasindo, diproduseri oleh Toto Soegriwo dan disutradarai oleh Endiarto bersama Bintang, yang juga terlibat dalam penulisan cerita.

Dijadwalkan tayang pada 14 Agustus 2025, film ini hadir untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-80. Berdurasi 1 jam 10 menit dan masuk kategori Semua Umur (SU), film ini mengusung tema persahabatan dan nasionalisme.

Sinopsis dan Karakter

Cerita berpusat pada delapan anak dari latar budaya berbeda, Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa, yang tergabung dalam Tim Merah Putih.

Kelompok khusus penjaga bendera pusaka. Tiga hari sebelum upacara kemerdekaan, bendera tersebut hilang secara misterius.

Delapan tokoh utama, yakni Neka, Yahya, Nabila Yasmin, Sky, Nathan, Billy, Rangga, dan Bintang, memulai perjalanan penuh rintangan demi mengembalikan bendera tersebut.

Mereka harus menyeberangi sungai, menembus hutan, menghadapi badai, dan mengatasi ego masing-masing. Semua tantangan itu dilalui demi satu misi: memastikan bendera berkibar pada 17 Agustus.

Cerita berpusat pada delapan anak dari latar budaya berbeda, Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa, yang tergabung dalam Tim Merah Putih. Melalui kisah ini, film berusaha menanamkan pesan bahwa perbedaan bukan penghalang, melainkan sumber kekuatan.

Perjalanan mereka dikemas dengan adegan lucu, menegangkan, hingga mengharukan, menciptakan tontonan yang sarat nilai persatuan dan semangat kebangsaan.

Proses Produksi dan Isu Visual

Menjelang penayangan, dunia maya ramai oleh komentar warganet yang membahas kualitas visual film ini. Ada yang menilai animasinya belum maksimal, sementara sebagian lain tetap mengapresiasi semangat di balik produksinya.

Endiarto mengungkap bahwa ide pembuatan film ini muncul dari keinginan menghadirkan tontonan khusus menyambut peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia.

Bersama tim dari Persatuan Film Keliling Indonesia (PERFIKI) dan Yayasan Pusat Perfilman Usmar Ismail, ide tersebut mulai digarap sejak tahun lalu.

“Kami ingin berkontribusi lewat cara kami sebagai insan film, yaitu membuat karya spesial untuk 17 Agustus, karena jarang ada tontonan anak-anak bertema kebangsaan yang dirilis tepat di momen kemerdekaan,” ujar Endiarto.

Ia juga meluruskan rumor yang menyebut film ini dibuat mendadak dalam sebulan. Menurutnya, prosesnya berlangsung panjang, mulai dari pengembangan ide hingga post-produksi.

Tahap akhir seperti penyelarasan visual, color grading, dan audio baru dilakukan pada Juni 2025. Namun, Endiarto mengakui ada tantangan besar selama produksi, terutama dalam mencari animator profesional untuk film panjang.

Bahkan, kerja sama dengan beberapa musisi untuk menggarap musik latar sempat batal karena kendala biaya.

Poster dan Fakta Menarik

Poster resmi Merah Putih: One for All menampilkan delapan karakter anak dengan latar bendera Merah Putih yang berkibar. Film ini diklaim sebagai animasi anak Indonesia pertama yang secara eksplisit mengangkat tema kebangsaan dan persatuan.

Trailer resminya kini bisa disaksikan di YouTube Perfiki TV, serta melalui kanal CGV Kreasi dan Historika Film.

Dengan semangat besar di balik pembuatannya, film ini diharapkan menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi, terutama bagi generasi muda agar semakin cinta Tanah Air.

“Setiap 17 Agustus, kami ingin terus menghadirkan karya bertema Merah Putih sebagai bentuk kontribusi untuk bangsa,” pungkas Endiarto.

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →