TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

KPop Demon Hunters: Fenomena Film Animasi yang Menggebrak Dunia dan Pecahkan Rekor Netflix

p
Kamis, 4 Sep 2025•4 Sep 2025
KPop Demon Hunters: Fenomena Film Animasi yang Menggebrak Dunia dan Pecahkan Rekor Netflix
Film KPop Demon Hunters. Source : NetflixFoto: pingki maharani / Zetizen Media

Zetizen - Netflix kembali menghadirkan kejutan besar lewat film animasi orisinal berjudul KPop Demon Hunters. Sejak dirilis pada 20 Juni 2025, film ini langsung mencuri perhatian dunia dan menjadi salah satu rilis tersukses sepanjang masa di platform tersebut.

Dalam hitungan hari, KPop Demon Hunters melesat ke posisi kedua film terpopuler Netflix secara global, sekaligus menorehkan prestasi sebagai film animasi dengan jumlah penonton tertinggi dalam sejarah Netflix.

Tak hanya itu, film ini juga mendapat sambutan luar biasa dari para kritikus dengan 97 persen ulasan positif di Rotten Tomatoes, menjadikannya salah satu animasi dengan rating terbaik di tahun ini.

Bagaimana sebuah film tentang girl group K-pop bisa sedahsyat ini? Mari kita bahas lebih dalam.

Kisah HUNTR/X: Antara Panggung Gemerlap dan Perang Melawan Iblis

Demon Hunters mengisahkan tentang HUNTR/X, sebuah grup idola K-pop perempuan yang menyimpan rahasia besar: mereka adalah keturunan pemburu iblis.

Dengan kekuatan gaib yang mereka warisi, para anggota HUNTR/X tak hanya bersaing di panggung musik, tetapi juga berjuang melawan makhluk-makhluk jahat yang mengancam dunia.

Di balik sorotan lampu dan teriakan penggemar, para anggota hidup dalam dilema identitas ganda. Rumi, salah satu tokoh utama, harus menyeimbangkan kehidupannya sebagai bintang pop dan pejuang melawan kekuatan kegelapan.

Konflik semakin rumit ketika muncul The Saja Boys, sebuah boyband saingan yang ternyata adalah sekumpulan iblis berwujud manusia.

Konfrontasi antara HUNTR/X dan The Saja Boys menjadi inti konflik film ini, yang memadukan drama khas dunia K-pop dengan unsur fantasi dan mitologi kuno Korea.

Perpaduan ini membuat KPop Demon Hunters terasa unik, berbeda, dan segar di antara deretan animasi yang ada.

Inspirasi Karakter: Dari Idola Nyata hingga Budaya Korea

Film ini digarap oleh sutradara Maggie Kang, seorang sineas Korea-Kanada yang mengaku menulis kisah ini dari pengalaman pribadinya.

Kang ingin mengangkat tema identitas dan penerimaan diri, sesuatu yang sering dialami banyak orang. Ia juga menekankan keinginannya untuk menampilkan budaya Korea secara autentik di layar global.

Dalam wawancara dengan CNA, Kang mengatakan film ini banyak terinspirasi oleh bintang K-pop generasi pertama seperti H.O.T. dan Seo Taiji and Boys, serta pembuat film peraih Oscar Bong Joon-ho.

“Saya ingin menulis cerita tentang bagaimana seseorang terkadang harus menyembunyikan bagian dirinya karena rasa malu,” ujarnya.

Ketika film ini tayang, para penggemar segera berspekulasi tentang kemiripan karakter dengan idola sungguhan. HUNTR/X, misalnya, disebut banyak terinspirasi dari grup K-pop terkenal seperti Blackpink, Itzy, dan Twice.

Rumi digambarkan sebagai sosok perempuan Korea klasik. Mira terinspirasi dari model Ahn So Yeon dengan gaya elegan dan tubuh ramping. Zoey memiliki karakter imut, dengan ciri khas mulut berbentuk hati saat tersenyum.

Sementara itu, The Saja Boys, yang terdiri dari Jinu, Abby, Mystery, Romance, dan Baby, mengambil referensi dari grup-grup seperti BTS, TXT, Stray Kids, Ateez, BigBang, dan Monsta X. Bahkan karakter Jinu disebut Kang dipengaruhi oleh visual aktor populer seperti Cha Eun Woo dan Nam Joo Hyuk.

Soundtrack Mendunia: Masuk Billboard 200 dan Dominasi Tangga Lagu Global

Kesuksesan film ini tak hanya terbatas pada layar kaca. Soundtrack resmi KPop Demon Hunters juga mencetak sejarah. Album ini debut di peringkat 8 Billboard 200, dengan penjualan setara 31 ribu unit di Amerika Serikat. Tak hanya itu, album ini memimpin Soundtracks Chart dan juga masuk Top Streaming Albums Chart di posisi kesepuluh.

Lagu andalannya, “Takedown”, dibawakan oleh tiga anggota TWICE: Jeongyeon, Jihyo, dan Chaeyoung. Lagu ini bahkan dirilis dalam format piringan hitam edisi terbatas, yang langsung ludes diburu penggemar.

Namun, lagu yang benar-benar mendunia adalah “Golden”. Menurut laporan Allkpop, lagu ini mencatat 70 kali Perfect All-Kill (PAK), menduduki posisi pertama MelOn Daily Chart selama tiga hari berturut-turut, serta meraih 7,5 juta stream di YouTube Music Korea.

Kehebatannya tak berhenti di Korea—“Golden” menembus posisi 6 Billboard Hot 100 dan menjadi lagu K-pop fiksi pertama yang masuk 10 besar Amerika. Bahkan lagu ini mengungguli popularitas BTS dan BLACKPINK di tangga lagu global.

“Golden” juga memecahkan rekor di Inggris dengan menduduki posisi pertama Official UK Singles Chart, menjadikannya lagu K-pop pertama sejak Gangnam Style yang mencapai prestasi tersebut.

Proses pembuatan lagu ini pun tidak mudah—melibatkan tujuh hingga delapan versi demo sebelum dirilis resmi.

Tak mau kalah, The Saja Boys juga memuncaki tangga lagu global dengan single “Your Idol”, yang mencapai puncak Spotify Amerika Serikat dan masuk Global Spotify Chart dengan lebih dari 3,7 juta stream.

Lagu lainnya, “Soda Pop”, menduduki posisi kedua di YouTube Music Korea dengan lebih dari 6 juta stream.

Efek Domino: Dari Ekonomi Hingga Politik

Fenomena KPop Demon Hunters tak hanya terasa di dunia hiburan, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi dan politik Korea. Contohnya, saham perusahaan makanan beku Wooyang melonjak karena salah satu produk andalannya, gimbap, muncul dalam film ini.

Di dunia musik, sejumlah penyanyi populer seperti Bada hingga Ailee ikut merilis ulang lagu Golden di kanal YouTube mereka, semakin memperkuat tren ini.

Bahkan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ikut menyoroti keberhasilan film ini dan bertemu dengan Maggie Kang, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan budaya Korea sebagai salah satu industri kreatif andalan negeri ginseng.

Rencana Sekuel: Masih Banyak Misteri yang Belum Terungkap

Kesuksesan film pertama membuat banyak penggemar bertanya: Akankah ada sekuel? Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, Maggie Kang mengisyaratkan bahwa peluang itu sangat terbuka.

Menurutnya, masih banyak cerita yang belum sempat dikisahkan di film pertama, terutama tentang asal-usul para anggota HUNTR/X.

“Kami tidak punya cukup ruang untuk membahas latar belakang masing-masing karakter. Kalau nanti ada kesempatan membuat sekuel, kami bisa lebih dalam mengeksplorasi kisah mereka,” ungkapnya.

Kang menambahkan bahwa keputusan untuk memotong beberapa cerita awal memang disengaja agar film pertama langsung fokus pada aksi dan konflik utama.

Namun, ia berjanji jika sekuel terwujud, akan ada banyak kejutan baru yang memuaskan rasa penasaran penggemar.

Kenapa Film Ini Layak Ditonton?

KPop Demon Hunters bukan hanya sekadar animasi tentang musik, melainkan sebuah kisah yang menggabungkan fantasi, budaya, dan drama identitas diri.

Ceritanya segar, animasinya memukau, dan pesan moralnya kuat: tentang keberanian menjadi diri sendiri dan menghadapi sisi gelap kehidupan.

Dengan pencapaian luar biasa di Netflix, kesuksesan album soundtrack di tangga lagu global, serta dampak yang meluas ke berbagai sektor, film ini jelas menjadi salah satu fenomena pop culture terbesar tahun 2025.

Bagi penggemar K-pop, animasi, atau sekadar penonton yang mencari tontonan menghibur dengan cerita yang unik, KPop Demon Hunters adalah pilihan yang wajib masuk daftar tonton kamu.

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →