TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

Lily Collins Jadi Audrey Hepburn dalam Film di Balik Layar Breakfast at Tiffany’s

n
Penulis:nadia
Senin, 29 Jun 2026•29 Jun 2026
Lily Collins Jadi Audrey Hepburn dalam Film di Balik Layar Breakfast at Tiffany’s
Collins: Getty Images; Hepbrun: Courtesy Everett CollectionFoto: nadia / Zetizen Media

Zetizen - Aktris Lily Collins dipastikan akan memerankan ikon legendaris Hollywood, Audrey Hepburn, dalam film terbaru yang mengangkat kisah di balik layar pembuatan film klasik Breakfast at Tiffany’s. Proyek ini langsung menyita perhatian publik dan industri karena dikembangkan sebagai film biografi dengan skala ambisius.

Film tersebut tidak akan menjadi remake, melainkan mengisahkan proses kreatif dan dinamika produksi di balik layar film klasik yang dirilis pada 1961 itu. Kisahnya akan mengeksplorasi konflik kreatif, proses casting yang penuh perdebatan, hingga tekanan industri studio pada era keemasan Hollywood.

Diadaptasi dari Buku Nonfiksi tentang Era Keemasan Hollywood

Proyek ini diadaptasi dari buku nonfiksi karya Sam Wasson berjudul Fifth Avenue, 5 A.M.: Audrey Hepburn, Breakfast at Tiffany’s and the Dawn of the Modern Woman. Buku tersebut membedah secara detail proses produksi film, pengaruh budaya yang ditimbulkan, serta bagaimana sosok Audrey Hepburn menjadi simbol perempuan modern pada masanya.

Lewat pendekatan ini, film tidak hanya menyoroti perjalanan Audrey Hepburn sebagai aktris utama, tetapi juga menghadirkan gambaran atmosfer Hollywood tahun 1960-an yang penuh tekanan kreatif dan politik studio.

Drama Produksi dan Kontroversi Casting

Salah satu bagian menarik yang akan diangkat adalah kontroversi pemilihan pemeran Holly Golightly. Penulis novel aslinya, Truman Capote, sebenarnya menginginkan Marilyn Monroe untuk memerankan karakter tersebut. Namun Monroe saat itu terikat kontrak dengan studio lain dan disarankan untuk menolak peran itu karena dianggap dapat merusak citranya.

Setelah sempat mendapat penolakan dari sejumlah aktris lain seperti Shirley MacLaine dan Kim Novak, peran tersebut akhirnya jatuh ke tangan Audrey Hepburn, meski keputusan itu bertentangan dengan keinginan Capote.

Film ini juga akan menampilkan berbagai kejadian di lokasi syuting. Salah satunya insiden ketika seorang kru hampir tersengat listrik saat pengambilan gambar adegan pembuka di depan toko Tiffany & Co di Fifth Avenue, New York. Detail-detail semacam ini akan memperkaya sisi dramatik cerita produksi film legendaris tersebut.

Fakta Ikonik dari Film Klasik yang Berpotensi Diangkat ke Layar

Sebagai film legendaris, Breakfast at Tiffany's menyimpan banyak kisah menarik yang kemungkinan besar akan menjadi bagian penting dalam film biografi terbaru ini. Berikut beberapa fakta ikonik dari produksi film tahun 1961 yang membuatnya begitu bersejarah:

1. “Moon River” Hampir Tidak Jadi Digunakan

Lagu “Moon River” yang dinyanyikan Audrey Hepburn sempat dianggap kurang komersial dan hampir dihapus oleh pihak studio. Hepburn menolak keputusan tersebut. Lagu itu akhirnya dipertahankan dan justru memenangkan Academy Award untuk Best Original Song.

2. Gaun Hitam Givenchy yang Mendunia

Gaun hitam rancangan Hubert de Givenchy yang dikenakan Hepburn dalam adegan pembuka menjadi salah satu kostum paling ikonik sepanjang sejarah perfilman. Desain itu kemudian mempopulerkan konsep “little black dress” sebagai simbol elegansi klasik.

3. Kontroversi Representasi Rasial

Karakter Mr. Yunioshi yang diperankan oleh Mickey Rooney kini banyak dikritik karena dianggap merepresentasikan stereotip rasial terhadap komunitas Asia. Isu ini sering dibahas dalam kajian film modern dan kemungkinan akan menjadi bagian reflektif dalam film terbaru.

4. Adaptasi yang Lebih Ringan dari Novel Aslinya

Film ini diadaptasi dari novel karya Truman Capote yang terbit pada 1958. Versi novel memiliki nuansa lebih gelap dan ambigu dibandingkan filmnya, karena studio saat itu melakukan sejumlah penyesuaian agar sesuai dengan standar sensor Hollywood.

Lily Collins Terlibat sebagai Produser

Tak hanya menjadi pemeran utama, Lily Collins juga terlibat sebagai produser bersama Imagine Entertainment dan Case Study Films. Naskah film ditulis oleh Alena Smith, kreator serial Dickinson. Hingga kini, posisi sutradara dan pemeran untuk tokoh penting seperti Truman Capote dan sutradara Breakfast at Tiffany’s, Blake Edwards, masih belum diumumkan.

Melalui akun Instagram pribadinya, Collins mengungkapkan bahwa proyek ini telah ia kembangkan selama hampir satu dekade. Ia juga menyatakan kekagumannya terhadap Audrey Hepburn sejak lama dan merasa terhormat bisa memerankan sosok tersebut.

Peran ini dinilai sebagai tantangan besar dalam karier Lily Collins. Memerankan figur sekelas Audrey Hepburn tentu membawa ekspektasi tinggi, mengingat pengaruh besar sang aktris dalam sejarah perfilman dunia.

Masih Tahap Pengembangan

Hingga saat ini, film tersebut masih berada dalam tahap awal pengembangan dan belum memiliki tanggal rilis resmi. Meski demikian, antusiasme sudah terlihat kuat, terutama di kalangan penggemar film klasik dan penikmat kisah produksi era keemasan Hollywood.

Proyek ini diprediksi akan menjadi salah satu film biografi yang paling dinantikan dalam beberapa tahun mendatang, khususnya karena mengangkat kisah di balik layar salah satu film paling ikonik sepanjang masa.

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →