Zetizen.com - Kalau biasanya film horor Indonesia identik dengan sosok hantu yang menyeramkan, Film Harusnya Horror justru mengambil jalan berbeda. Debut penyutradaraan Reza Arap ini menghadirkan komedi horor dengan tokoh utama seorang setan pencinta anime yang justru takut kepada manusia. Konsep tidak biasa Harusnya Horror menjadi salah satu film Indonesia yang paling banyak dibicarakan menjelang penayangannya pada Agustus 2026.
Sejak trailer perdananya dirilis, rasa penasaran penonton langsung meningkat. Di media sosial, cuplikan film tersebut ramai diperbincangkan karena menawarkan perpaduan komedi absurd, horor ringan, serta referensi budaya pop yang terasa dekat dengan generasi muda.
Film Harusnya Horror Jadi Debut Reza Arap Sebagai Sutradara

Para pemain dan tim promosi Film Harusnya Horror saat kegiatan promosi menjelang penayangan di bioskop. Sumber: Instagram @eesjaystudios
Bagi sebagian orang, nama Reza Arap lebih dikenal sebagai kreator konten, musisi, dan streamer. Namun kali ini ia mengambil tantangan baru dengan duduk di kursi sutradara layar lebar. Perjalanan menuju film ini tidak berlangsung singkat. Dalam berbagai kesempatan promosi, Reza Arap mengungkapkan bahwa proyek tersebut menjadi salah satu impiannya untuk menghadirkan film horor yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga menghibur.
Dalam rangkaian gala premiere di Pekan Raya Jakarta (PRJ) menjelang penayangan, film ini mendapat respons antusias dari sejumlah kreator konten dan penonton yang hadir. Ketika adegan pembuka mulai diputar, suara tawa penonton langsung terdengar bersamaan dengan beberapa momen jump scare yang muncul tanpa diduga. Kombinasi dua elemen tersebut menjadi ciri utama film ini sepanjang durasinya.
Kisah Setan Pecinta Anime Jadi Daya Tarik Utama
Hal paling menarik dari Film Harusnya Horror adalah karakter utamanya. Alih-alih menghadirkan sosok makhluk gaib yang haus meneror manusia, film ini memperkenalkan karakter setan yang memiliki kegemaran menonton anime dan justru sering merasa takut ketika harus berhadapan dengan manusia.
Premis tersebut berkembang menjadi cerita penuh kekacauan ketika sang setan bertemu sekelompok kreator konten horor yang sedang mencari sensasi demi menaikkan popularitas mereka di media sosial. Pertemuan yang awalnya tidak disengaja perlahan berubah menjadi kerja sama yang melahirkan berbagai situasi lucu sekaligus menegangkan.
Di beberapa adegan, penonton dibuat tertawa karena tingkah para karakter, tetapi beberapa detik kemudian suasana berubah menjadi mencekam. Perpindahan emosi itulah yang menjadi kekuatan utama film ini.
Para pemain dan tim produksi Film Harusnya Horror berfoto bersama saat kegiatan promosi menjelang penayangan film di bioskop. Sumber: Instagram @weareaaaclan
Deretan Pemeran yang Meramaikan Harusnya Horror
Selain menawarkan cerita yang unik, Harusnya Horror juga diperkuat deretan kreator konten, aktor, dan komedian yang sudah dikenal publik. Film ini dibintangi oleh Reza Arap, Lula Lahfah, Tierison, Garry Ang, Yuka Theo, Aldy Renaldy, Bravyson, Niko Junius, Aloy, serta Cellos.
Kehadiran para pemain dengan latar belakang yang beragam menghadirkan dinamika tersendiri dalam film, terutama melalui interaksi yang memadukan unsur komedi, horor, dan budaya pop sehingga mampu memberikan pengalaman menonton yang berbeda bagi penonton. Chemistry antarpemain menjadi salah satu nilai tambah yang membuat dialog terasa mengalir alami.
Interaksi antarpemain tidak hanya memunculkan humor yang mengalir alami, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara penonton dan karakter yang mereka perankan. Film ini juga memiliki nilai emosional tersendiri karena menjadi salah satu karya layar lebar terakhir yang melibatkan mendiang Lula Lahfah. Kehadirannya memberikan kesan mendalam bagi banyak penggemar yang mengikuti perjalanan kariernya.
Perpaduan Horor, Komedi, dan Budaya Pop

Salah satu adegan yang memperlihatkan suasana mencekam saat para tokoh mulai menghadapi teror dalam Film Harusnya Horror. Sumber: Instagram @harusnyahoror (Trailer Harusnya Horror)
Dalam beberapa tahun terakhir, muncul film horor Indonesia yang semakin berani mengeksplorasi konsep baru. Harusnya Horror menjadi salah satu contoh bagaimana genre tersebut dapat dikembangkan tanpa kehilangan identitasnya. Referensi anime, budaya internet, dunia streaming, hingga kehidupan para kreator digital disisipkan secara natural sehingga terasa relevan dengan penonton masa kini.
Pendekatan tersebut membuat film ini tidak hanya menyasar penggemar horor, tetapi juga penonton yang selama ini lebih menyukai komedi ringan. Visual yang penuh warna dipadukan dengan tata suara yang efektif membuat beberapa adegan mampu berpindah dari lucu menjadi menegangkan hanya dalam hitungan detik.
Mengapa Film Harusnya Horror Layak Ditunggu?

Salah satu karakter dalam Film Harusnya Horror yang memperlihatkan perpaduan unsur komedi dan horor dalam film. Sumber: Instagram @harusnyahorror
Bukan hanya karena menjadi debut penyutradaraan Reza Arap, Film Harusnya Horror juga menawarkan sesuatu yang jarang ditemui di perfilman Indonesia. Ceritanya berani keluar dari formula horor konvensional dengan menghadirkan karakter yang tidak biasa. Humor yang muncul tidak terasa dipaksakan, sementara unsur horornya tetap mampu membangun ketegangan pada momen-momen tertentu.
Bagi penonton yang mulai bosan dengan kisah rumah angker atau teror arwah penasaran, film ini bisa menjadi pilihan yang menyegarkan. Seiring perkembangan cerita, sang setan dihadapkan pada pilihan yang mengubah cara pandangnya terhadap manusia dan dirinya sendiri. Dengan konsep yang unik, jajaran pemain yang menarik, dan nama besar Reza Arap di balik layar, Harusnya Horror berpotensi menjadi salah satu film komedi horor Indonesia yang paling mencuri perhatian pada 2026.
Harusnya Horror menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinanti pada 2026 berkat konsep komedi horor yang menghadirkan pendekatan berbeda dibandingkan film-film sejenis. Melalui debut penyutradaraan Reza Arap, film ini menghadirkan kisah unik tentang seorang setan pencinta anime yang justru takut kepada manusia. Premis tersebut dipadukan dengan humor segar, unsur horor, serta sentuhan budaya pop yang dekat dengan generasi muda sehingga menghadirkan pengalaman menonton yang menghibur sekaligus terasa baru.
Didukung jajaran pemain berbakat dan cerita yang tidak mengikuti formula horor konvensional, Harusnya Horror berpotensi menjadi salah satu film komedi horor yang mencuri perhatian penonton Indonesia. Bagi pencinta film yang mencari tontonan dengan perpaduan tawa, ketegangan, dan alur cerita yang tidak mudah ditebak, film ini layak masuk dalam daftar tontonan saat resmi tayang di bioskop.
Editor:Sarah Salsabila




