TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

La La Land Rayakan 10 Tahun dengan Tayang Lagi di Bioskop, Poster Ryan Gosling Ikut Diubah

a
Rabu, 19 Agu 2026•19 Agu 2026
 La La Land Rayakan 10 Tahun dengan Tayang Lagi di Bioskop, Poster Ryan Gosling Ikut Diubah
Poster film La la land yang sedang ramai dibahasFoto: arya yudhistira / Zetizen Media

Zetizen.com - Tahun berlalu, tetapi kisah Mia dan Sebastian masih punya cara untuk membuat kita kembali percaya pada cinta, mimpi, dan pilihan hidup. La La Land yang pertama kali dirilis pada 9 Desember 2016 kini memasuki momentum satu dekade dengan penayangan kembali di bioskop mulai Agustus 2026.

Film musikal garapan Damien Chazelle itu bukan sekadar cerita romantis tentang dua orang yang bertemu di Los Angeles. La La Land mempertemukan Emma Stone sebagai Mia dan Ryan Gosling sebagai Sebastian, dua manusia yang sama-sama mengejar impian di dunia seni, tetapi harus menghadapi kenyataan bahwa cinta dan cita-cita tidak selalu berjalan di jalur yang sama.

La La Land 10 Tahun Kembali ke Layar Lebar

Momentum 10 tahun La La Land kali ini terasa semakin spesial karena film tersebut kembali mendapatkan kesempatan untuk dinikmati di layar lebar. Lionsgate mengumumkan perilisan ulang mulai 16 Agustus 2026 melalui Dolby Cinema di AMC Theatres.

Bagi penonton yang sudah pernah menyaksikannya, ini menjadi kesempatan untuk kembali melihat Los Angeles dalam balutan warna-warni khas Chazelle. Sementara bagi generasi yang mengenal film ini melalui potongan adegan dan lagu di media sosial, penayangan ulang tersebut menjadi kesempatan untuk merasakan pengalaman La La Land dalam format bioskop.

Yang menarik, versi anniversary ini hadir dengan dukungan Dolby Vision dan Dolby Atmos. Artinya, permainan warna, cahaya, musik, dan koreografi yang menjadi kekuatan utama film bisa kembali terasa lebih besar ketika disaksikan di layar lebar.

Kisah Mia dan Sebastian Masih Terasa Dekat Setelah Satu DekadePemeran utama di film Lalaland Sumber: Instagram lalalandmovie

La La Land mengikuti perjalanan Mia, seorang aktris yang berusaha mendapatkan kesempatan di Hollywood, dan Sebastian, musisi jazz yang memiliki impian membuka klub musiknya sendiri. Pertemuan mereka berkembang menjadi hubungan romantis, tetapi perjalanan menuju kesuksesan justru membuat keduanya harus menghadapi pilihan yang tidak sederhana.

Di sinilah film tersebut terasa berbeda dari kisah cinta musikal pada umumnya. Penonton tidak hanya diajak menikmati tarian dan lagu, tetapi juga melihat bagaimana sebuah hubungan bisa menjadi bagian penting dari perjalanan seseorang tanpa harus selalu berakhir seperti yang dibayangkan.

Adegan demi adegan membawa kita melewati jalanan Los Angeles, panggung pertunjukan, ruang audisi, hingga tempat-tempat yang kemudian menjadi identitas visual film. Semua terasa seperti sebuah mimpi yang indah, sampai cerita perlahan mengingatkan bahwa kehidupan nyata tidak selalu mengikuti koreografi yang sudah disiapkan.

Dan ketika sampai pada bagian akhir, La La Land meninggalkan satu pertanyaan yang mungkin masih terasa relevan setelah sepuluh tahun. Bagaimana jika seseorang yang paling kita cintai ternyata bukan orang yang akhirnya berjalan bersama kita?

Lagu dan Visual La La Land Tetap Jadi Kekuatan Utama

Adegan romantis Sebastian dan mia Sumber: Instagram lalalandmovie

Sulit membicarakan La La Land tanpa membahas musiknya. Justin Hurwitz menjadi sosok penting di balik musik dan score film, sementara Benj Pasek dan Justin Paul ikut mengerjakan lirik. Lagu-lagu seperti "Another Day of Sun", "A Lovely Night", dan "City of Stars" kemudian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas film.

"City of Stars" bahkan membawa pulang Oscar untuk Best Original Song pada Academy Awards 2017. Film ini secara keseluruhan mendapatkan enam penghargaan Oscar, termasuk Best Director untuk Damien Chazelle dan Best Actress untuk Emma Stone.

Namun, penghargaan bukan satu-satunya alasan La La Land masih dibicarakan. Film ini berhasil menciptakan pengalaman visual yang sangat kuat dengan perpaduan warna, pencahayaan, koreografi, dan pergerakan kamera yang terasa seperti penghormatan terhadap musikal Hollywood klasik.

Itulah sebabnya adegan dansa Mia dan Sebastian di bawah langit Los Angeles masih mudah dikenali bahkan oleh orang yang belum menonton filmnya secara utuh.

Poster La La Land Akhirnya Mendapat Perubahan Kecil

Perayaan satu dekade La La Land juga membawa kejutan yang cukup menghibur. Lionsgate merilis poster baru dengan satu perubahan kecil pada posisi tangan Ryan Gosling dalam pose ikonik bersama Emma Stone.

Bagi sebagian orang, perubahan tersebut mungkin terlihat sepele. Namun, bagi penggemar La La Land, posisi tangan Gosling memang sudah lama menjadi bahan candaan setelah sang aktor mengungkapkan bahwa pose tersebut justru membuatnya merasa tidak nyaman ketika melihat poster film.

Gosling bahkan pernah menyebutnya sebagai "La La Hand". Kini, setelah satu dekade, detail tersebut akhirnya diperbaiki dalam poster anniversary. Menariknya, pose asli itu tetap ada di film sehingga penggemar masih bisa menemukannya ketika Mia dan Sebastian menari dalam adegan "A Lovely Night".

Kenapa La La Land Masih Layak Ditonton Setelah 10 Tahun?

La La Land bertahan karena ceritanya tidak hanya berbicara tentang hubungan romantis. Film ini juga berbicara tentang ambisi, kegagalan, kompromi, dan keberanian mengejar sesuatu yang mungkin belum tentu berhasil.

Sepuluh tahun setelah dirilis, tema tersebut justru terasa semakin dekat. Kita bisa saja pernah berada di posisi Mia atau Sebastian, ketika harus memilih antara sesuatu yang kita cintai dan sesuatu yang ingin kita capai.

Mungkin itulah alasan akhir La La Land terasa begitu kuat. Film ini tidak memberikan fantasi sederhana bahwa cinta selalu menyelesaikan semuanya. Sebaliknya, La La Land menunjukkan bahwa seseorang bisa sangat berarti dalam perjalanan hidup kita, bahkan ketika akhirnya kita tidak bersama.

La La Land Memasuki Satu Dekade dengan Cara yang Berbeda

Perjalanan La La Land dari film musikal 2016 hingga menjadi salah satu film modern yang paling mudah dikenali menunjukkan bagaimana sebuah karya bisa bertahan melampaui masa tayangnya. Lionsgate sendiri masih menggambarkannya sebagai film yang menggabungkan kisah Mia dan Sebastian dengan impian mereka di Los Angeles.

Kini, ketika penonton kembali duduk di dalam bioskop dan intro "Another Day of Sun" mulai terdengar, nostalgia bukan satu-satunya hal yang dibawa kembali. Kita juga diajak melihat ulang perjalanan dua karakter yang pernah mengingatkan bahwa mengejar mimpi terkadang membutuhkan pengorbanan.

Dan mungkin setelah sepuluh tahun, pertanyaan terbesar dari La La Land bukan lagi tentang apakah Mia dan Sebastian seharusnya bersama. Film ini justru mengajak penonton memahami bahwa setiap perjalanan hidup memiliki pilihan, kehilangan, dan keputusan yang membentuk seseorang menjadi versi terbaik dari dirinya.

Kisah Mia dan Sebastian tetap terasa relevan karena banyak orang masih berjuang mengejar mimpi sambil belajar menerima bahwa tidak semua hal berjalan sesuai rencana. Itulah yang membuat La La Land bukan hanya menjadi film romantis, tetapi juga cerita tentang keberanian untuk bermimpi dan menghargai setiap perjalanan yang pernah dilalui.

Bagi Anda yang ingin kembali merasakan perpaduan musik, visual, dan kisah cinta yang penuh makna, penayangan ulang La La Land bisa menjadi kesempatan untuk menikmati kembali salah satu film musikal paling berkesan dalam satu dekade terakhir. Simak terus artikel film terbaru untuk mengetahui kisah menarik di balik karya sinema lainnya, dan jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman yang ingin bernostalgia bersama Mia dan Sebastian.

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →