Zetizen - Kebijakan pemerintah bisa langsung terasa manfaatnya di ruang kelas SMP Islam Manbaul Ulum Kebomas, Gresik. Sejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dijalankan mulai Agustus 2025.
Program pemerintah ini bukan hanya soal makanan, tapi juga memberi harapan baru bagi para siswa untuk tumbuh lebih sehat, hemat, dan berkarakter.
Hemat, Kenyang, dan Lebih Semangat
Bagi siswa, MBG memberi dampak nyata. Mereka tak lagi harus menghabiskan uang saku sepenuhnya hanya untuk makan dan minum di sekolah.
Toriq Hanan Maulana, siswa kelas 9A, merasakan betul manfaatnya. Ia biasanya menghabiskan Rp15 ribu setiap hari untuk makan dan minum. Berbeda sejak ada MBG, kini ia masih bisa menyisihkan Rp10 ribu untuk ditabung, sementara Rp5 ribu cukup dipakai jajan atau membeli minuman.
Tak hanya soal keuangan, MBG juga mengajarkan rasa tanggung jawab bagi para siswa. Nabilatul Karimah, siswi kelas 9C, melihat perubahan nyata pada teman-temannya. Saat para siswa mendapat giliran mengambil jatah makan, mereka bersegera, dan setelah selesai makan mereka langsung membersihkan tempatnya.
“Teman-teman sekarang lebih bertanggung jawab. Kalau giliran ambil jatah makan, mereka bersegera. Dulu setelah makan sering nggak diberesin, sekarang langsung dibersihkan,” ujar Nabila.
Antusiasme Siswa Menyambut Program Pemerintah
Setiap kali kotak makan tiba, lima siswa perwakilan yang dijadwalkan segera mengambil jatah untuk satu kelas, diawasi wali kelas agar sesuai jumlah. Sistem ini tidak hanya membuat distribusi tertib, tapi juga melatih kedisiplinan untuk para siswa.
Menurut Guru BK SMP Islam Manbaul Ulum, Arif Priyanto, program MBG benar-benar membawa perubahan besar bagi kebiasaan siswa.
Arif mengungkapkan setiap pagi para siswa terlihat menunggu dengan penuh semangat, bahkan ada yang tak sabar menanyakan kapan makanan akan tiba.
“Anak-anak selalu menunggu. Hampir tiap pagi mereka tanya, ‘Pak, kapan makanannya datang?’ gitu,” tambahnya.
Program ini juga berjalan dengan lancar dan tertib sehingga anak-anak yang sebelumnya sering melewatkan sarapan kini bisa menikmatinya dengan menu bergizi.
“Alhamdulillah program MBG berjalan lancar dan tertib. Anak-anak yang biasanya tidak sarapan, sekarang bisa sarapan bergizi. Itu bikin mereka lebih senang sekaligus siap untuk belajar,” ujar Arif.
Program yang Mendidik Karakter
Dengan total sekitar 384 siswa, MBG tak hanya menjawab kebutuhan gizi. Program ini juga memberi pendidikan karakter sederhana.
Dari sistem piket pengambilan makanan, hingga aturan tidak boleh ada kotak yang kurang atau lebih, siswa belajar teliti dan bertanggung jawab. Nabila menilai kebiasaan ini membuat suasana kelas lebih baik. Ia melihat semua siswa jadi lebih rajin dan kompak.
Harapan Agar Berlanjut
Meski baru berjalan sebulan, manfaat MBG sudah dirasakan luas. Para siswa berharap program ini bisa terus berlanjut dengan inovasi menu yang lebih menarik.
Pasalnya, menurut mereka program MBG ini sangat membantu, terutama bagi teman-temannya yang membutuhkan sarapan bergizi setiap hari.
Arif, juga mendukung agar MBG tetap dijalankan. Ia menegaskan bahwa program ini benar-benar membantu dan sejalan dengan upaya pemerintah mengatasi stunting serta masalah gizi di Indonesia.
Pada akhirnya, program MBG di SMP Islam Manbaul Ulum, Gresik ini membuktikan bahwa kebijakan pemerintah bisa memberi dampak langsung di sekolah.
Bukan hanya membuat siswa hemat dan sehat, tetapi juga melatih kedisiplinan, mempererat kebersamaan, serta memberi pengalaman baru dalam belajar hidup sehat.
Bagi para siswa, MBG kini lebih dari sekadar makan gratis. Ia menjadi simbol harapan baru agar generasi muda tumbuh lebih sehat, mandiri, dan berdaya.



