TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

Kampanye “Judi Pasti Rugi” di CFD Darmo Surabaya: Ingatkan Bahaya yang Menghancurkan Mimpi Keluarga

a
Selasa, 23 Sep 2025•23 Sep 2025
Kampanye “Judi Pasti Rugi” di CFD Darmo Surabaya: Ingatkan Bahaya yang Menghancurkan Mimpi Keluarga
Kampanye Judi Pasti Rugi. Source: by AtakaFoto: ataka danial falah / Zetizen Media

Zetizen - Suasana Car Free Day (CFD) Darmo Surabaya, Minggu (21/9/2025), terasa berbeda. Pasalnya, di halaman KFC Raya Darmo, berdiri panggung dengan spanduk besar bertuliskan “Judi Pasti Rugi”.

Kampanye tersebut menjadi pusat perhatian warga yang berolahraga pagi. Tak hanya di panggung, aksi juga dimeriahkan dengan pawai yang berkeliling di area CFD Darmo, hal itu menarik perhatian banyak orang untuk berhenti sejenak mendengarkan pesan bahayanya judi online (judol).

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sejak tahun 2023 hingga 2024 sudah lebih dari 1,9 juta konten dan situs terkait judi online diblokir. Ribuan konten serupa juga masih diblokir setiap harinya.

Angka itu menunjukkan betapa masifnya peredaran judol di Indonesia. Namun di balik data tersebut, ada persoalan lebih dalam yaitu “siapa sebenarnya para pemain utama judol?”.

Mayoritas Pemain Judol Adalah Kepala Keluarga

Irwan Ari Wibowo dari GoPay mengungkapkan, 85 persen pelaku judi online adalah laki-laki. Dari jumlah itu, sekitar 60-70 persen berusia di atas 30 tahun, yang artinya sebagian besar sudah menjadi kepala keluarga.

Irwan juga menegaskan bahayanya bermain judol dapat mengakibatkan hancurnya hubungan rumah tangga atau keluarga.

“Judol berbahaya, ujung-ujungnya menghancurkan mimpi keluarga. Kenapa mimpi keluarga? Karena main judi online tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga keluarga. Dampaknya bisa kehilangan uang, aset, sampai terjerat utang dimana-mana,” tegas Irwan.

Selain itu, Ia juga menambahkan, judol tidak pernah membawa kebahagiaan, justru menambah kesensaraan. Hal itu ia sampaikan bukan tanpa alasan, karena pemain judol mayoritas kalangan menengah kebawah yang sering mengimpikan kesuksesan.

GoPay dan Telkomsel Turun Tangan

Keterlibatan GoPay dalam kampanye ini bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu layanan finansial teknologi, GoPay kerap disalahgunakan untuk transaksi ilegal, termasuk judol.

Irwan menyatakan bahwa PT Dompet Anak Bangsa atau lebih dikenal dengan GoPay berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam memberantas judi online.

Ia menegaskan seharusnya GoPay digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, bukan untuk berjudi. Oleh karena itu, pihaknya juga turut berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya judi online.

Selain edukasi, GoPay bersama Aliansi Judi Pasti Rugi juga berkontribusi dalam pemblokiran nomor-nomor, akun, maupun website mencurigakan yang terindikasi judol, kemudian ia melaporkan temuan tersebut ke Kemkomdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital).

Selain edukasi, GoPay bersama Aliansi Judi Pasti Rugi juga berkontribusi dalam pemblokiran nomor, akun, maupun website mencurigakan yang terindikasi judi online. Temuan-temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

Dukungan serupa datang dari Telkomsel. Rifky Redha Azizul Hakim menjelaskan, kolaborasi melalui Aliansi Judi Pasti Rugi bersama GoPay, Gojek, TikTok, dan Kemkomdigi penting untuk memperluas dampak kampanye anti judi.

Pihaknya juga menegaskan memiliki program khusus yaitu Telkomsel Jaga Data.

“Kami punya program Telkomsel Jaga Data, yang dimana masyarakat bisa melaporkan link berbahaya atau ajakan judi online lewat call center 188 maupun DM (Direct Message) ke media sosial Telkomsel. Dengan laporan ini, kami bisa bergerak lebih cepat,” ujar Rifky.

Langkah-langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memberantas judi online. Upaya pemblokiran pun akan menjadi lebih efektif jika didukung oleh partisipasi masyarakat melalui pelaporan, sehingga ruang gerak para pelaku judol dapat dipersempit.

Testimoni Mantan Pecandu

Salah satu momen paling menyentuh datang dari Erwin Erlani, Ex-gamblers (mantan pecandu judol) sekaligus aktivis anti judi. Ia menceritakan bagaimana hidupnya hancur selama tujuh tahun akibat kecanduan judol.

“Saya pernah bermain judol selama 7 tahun, hal itu bukan waktu yang singkat. Kerja nggak menghasilkan malah punya banyak hutang. Kepercayaan orang hilang, bahkan hubungan harmonis dengan orang tua hancur,” ujar Erwin.

Ia juga berpesan agar masyarakat tidak mencoba-coba bermain judi online, karena itu sangat berbahaya.

“Jadi teman-teman, jangan coba-coba bermain judol, karena untuk berhenti butuh perjuangan besar. Hidup jauh lebih baik kalau tanpa judi,” ungkap Erwin.

Pada akhirnya, kampanye “Judi Pasti Rugi” di CFD Darmo Surabaya menjadi pengingat keras bahwa judi online bukan sekadar masalah digital, tetapi ancaman nyata yang menghancurkan mimpi keluarga, merusak kehidupan, serta menimbulkan banyak hutang dan kesengsaraan.

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →