TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 2026•17 Brand Lokal Pakaian Terlaris•7 Manfaat Buah Untuk Kesehatan•LNGSHOT Menang di KMA 2026•Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia•

Solar Impulse 2, Gunakan Matahari Untuk Keliling Dunia

z
Penulis:zetizen
Jumat, 29 Jul 2016•29 Jul 2016
Solar Impulse 2, Gunakan Matahari Untuk Keliling Dunia
Default CaptionFoto: zetizen / Zetizen Media

 

Zetizen.com – Selasa (26/7) kemarin  agaknya bakal jadi hari berserjarah bahan bakar terbarukan. Pasalnya, Solar Impulse 2, Sebuah pesawat yang menggunakan energi matahari sebagai bahan bakar tunggalnya berhasil mendarat di Abu Dhabi setelah berkeliling dunia menempuh jarak 40.000 Km melewati empat benua, tiga lautan dan dua samudra. Bravo!

Solar Impulse 2 mulai mengudara sejak Maret 2015. Saat itu, pesawat buatan tim asal Switzerland tersebut berangkat dari Abu Dhabi dengan misi utama mempromosikan energi ramah lingkungan.

Untuk menjalankan misinya tersebut, Solar Impulse 2 memiliki desain yang sangat revolusioner. Dengan bentang sayap 72 meter atau lebih besar dari Jumbo Jet Boeing 747, pesawat tersebut hanya berbobot 2,3 ton. Di permukaan sayap tersebut, terpasang 17 ribu panel surya yang menjadi sumber tenaga satu satunya bagi keempat mesin pesawat.

 

Memang, Solar Impulse bukan pesawat pertama yang memanfaatkan energi matahari. Namun, ia merupakan pesawat bertenaga surya pertama yang sukses mengelilingi dunia.

 

(foto: solar impulse)

 

Misi prestisius tersebut berhasil dijalankan selama 23 hari. Selama itu, Solar Impulse 2 terbang di ketinggian 29.000 kaki dengan kecepatan 50 km/h. Namun, pilot juga harus menurunkan ketinggian hingga 5.000 kaki pada malam hari untuk menghemat energi.

Meski sumber energinya tak terbatas, namun, ketahanan pilot yang terbatas membuat pesawat ini tetap harus mendarat di berbagai tempat selama perjalanannya. Salah satu leg terpanjang dalam perjalanan ini adalah menyebrangi samudera pasifik yang ditempuh selama 6 hari.

Bertrand Piccard, salah satu pilot sekaligus kepala dari proyek Solar Impulse mengatakan  bahwa selain mengelilingi dunia, misi Solar Impulse juga sebagai pembuktian bahwa energi terbarukan memiliki potensi yang sangat besar. “Orang-orang bakal mencatat bahwa ini bukan hanya sejarah untuk penerbangan tapi juga untuk bahan bakar,” ujarnya seperti dilansir Guardian.

Piccard juga berharap akan ada orang lain yang meneruskan karya yang dirancangnya selama 15 tahun ini. ”Energi terbarukan yang kami gunakan bisa diterapkan dalam bidang apapun. Saat ini, kami hanya bisa menempuh 40.000 kilometer dengannya. Namun apabila dikembangkan oleh orang lain potensinya bisa melebihi dari itu”. (solarimpulse/guardian/aw/giv)

 

Well, kira kira mungkin nggak ya suatu saat teknologi energi terbarukan bakal benar benar digunakan besar besaran dan menggantiken ketergantungan energi fosil kayak sekarang?

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →